Nama: Bayu Dwi Cahya
NPM: 11218373
Kelas: 1EA04
"Hafalan Sholat Delisa"
Nama Pemain: - Delisa
- Abi
- Ummi
- Fatimah
- Zahra
- Aisyah
- Ko Acan
- Smith
Sinopsis : Didalam Novel ini mengangkat kisah seorang bocah perempuan bermata hijau telaga yang baru berusia 6 tahun. Gadis cilik tersebut bernama Delisa. Ia merupakan anak bungsu didalam keluarganya. Adapun kakak-kakak Delisa adalah Fatimah, Zahra dan Aisyah. Delisa dan saudara-saudaranya hanya tinggal bersama Ummi, sebab sang Abi bekerja berbulan-bulan ikut dikapal yang berlayar.
Tetapi Delisa tetap menjalani hari-hari mereka tanpa sang Abi. Suatu hari Delisa mendapat tugas dari sekolahnya. Tugas tersebut adalah menghafal bacaan Shalat. Delisa giat sekali menghafal bacaan-bacaan tersebut, dan Ummi menjanjikan ia hadiah jika Delisa berhasil menghafal bacaan tersebut. Hadiah yang membuat Delisa semangat adalah kalung emas yang dijual ditoko Ko Acan. Ko Acan sendiri merupakan sahabat Abi Delisa.
Tanggal 26 Desember 2004, Delisa dan semua teman-teman sekelasnya dijadwalkan mempraktekan hafalan Shalat yang telah mereka hafalkan beberapa waktu lalu. Saat tiba giliran Delisa, sembari mengucapkan bacaan Shalat, tiba-tiba bumi bergetar hebat. Semua tampak gonjang-ganjing dan seketika air laut naik ke daratan dengan ganasnya. Ia bagai tangan raksasa yang merengkuh segala yang ia jumpai. Bencana tersebut adalah Gempa Bumi hebat yang disusul Tsunami. Kurang lebih 15.000 jiwa yang meninggal akibat bencana ini, termasuk didalamnya Ummi dan Kakak-Kakak Delisa.
Delisa sendiri selamat, ia tersangkut di semak belukar. Siku kanan bocah tersebut patah dan kaki bagian kanannya terjepit di bebatuan. Setelah 6 hari terjebak ditempat tersebut, Delisa kemudian ditemukan oleh seorang prajurit relawan bernama Smith. Delisa yang dilihatnya sangat bercahaya kemudian membawa prajurit tersebut untuk masuk Islam.
Karena suasana yang kacau balau, Abi yang telah mengetahui bencana tersebut tak bisa menemukan Delisa. Ia menghabiskan beberapa waktu sebelum akhirnya menemukan gadis mungilnya. Saat bertemu Abinya, Delisa bercerita layaknya anak-anak yang tak mengerti apa-apa. Bencana tak menghapus keceriaannya, termasuk saat kaki kanan Delisa harus diamputasi, semuanya tak berhasil membuat ia murung. Ia bersama Abi menjalani hidupnya menata dari awal, meski jasad Ummi dan Kakak-Kakaknya belum ditemukan.
Pesan Moral: Pesan Moral dalam novel Hafalan Shalat Delisa mencakup empat aspek, yaitu: Hubungan Manusia dengan Tuhan meliputi Taat, Bersyukur dan Berdoa; Hubungan Manusia dengan Manusia meliputi Dermawan, Tolong-Menolong, Setia Kawan dan Suka Memberi Nasihat; Hubungan Manusia dengan Diri Sendiri meliputi Kejujuran, Tidak Putus Asa, Menghargai Waktu, Sabar, Tanggung Jawab, Iri Hati dan Pembohong; Hubungan Manusia dengan Alam meliputi Manusia yang menjaga Kelestarian Alam dan Manusia yang tidak menjaga Kelestarian Alam
